POTENSI UNGGULAN DESA PATAWANG

       KONDISI EKONOMI

Tanaman Pangan; mayoritas penduduk Desa Patawang bermata pencaharian sebagai petani. Karena itu, ketersediaan dan keteraksesan pangan serta kebutuhan hidup penting lainnya bergantung pada ketersediaan produksi pangan untuk konsumsi keluarga, dan untuk diperjualbelikan guna memperoleh uang tunai.

Luas Tanaman Pangan Menurut Komoditas
Jagung
5 Ton/Ha
Padi sawah
5 Ton/Ha
            Sumber : Data Desa
Adapun potensi tanaman pangan yang di usahakan masyarakat di Desa Patawang yakni padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar dan kacang-kacangan.

Populasi ternak; terdapat 6 (enam) hewan ternak yang dipelihara masyarakat yakni sapi, kerbau, kuda, babi, kambing dan unggas. Sumber daya alam di desa ini seperti sungai, hutan, padang, penggembalaan, lahan pertanian cukup mendukung masyarakat untuk beternak.

Jenis Ternak
Perkiraan Jumlah Populasi
Sapi
600 ekor
Kerbau
50 ekor
Babi
1500 ekor
Anjing
500 ekor
Ayam Kampung
2500 ekor
Kuda
40 ekor
Kambing
1500 ekor
            Sumber : Data Desa

Perkebunan; jenis komoditi perkebunan yang diusahakan masyarakat karena memiliki nilai ekonomi prospektif dan peluang pasar yakni kelapa dan lontar. Tercatat dalam data desa luas lahan 10 hektar yang ditanami pohon kelapa. Saat ini, sementara diupayakan pengembangan tanaman lontar, sirih pinang dan berbagai jenis tanaman perkebunan lainnya. Berbagao hasil perkebunan ini pada umumnya dipasarkan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi dan pengembangan usaha ekonomi.
Kehutanan; wilayah Desa Patawang juga memiliki potensi hutan yang cukup memadai yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun untuk pengembangan ekonomi Desa. Adapun hasil produksi komoditi hutan diantaranya jati, mahoni dan bambu.

     INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
No
Jenis
Jumlah
1
Toko
2
2
Kios
16
3
Rumah makan
1
4
Pabrik tebu / PT. Muria Sumba Manis
1
5
Pertamini
2
6
Pasar
-
7
Penjahit
6
8
Penggilingan padi
5
9
Bengkel
4
     
     KEUANGAN DESA
Ø  Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2019 sebesar Rp 424.622.100 dan berpotensi untuk bertambah dalam tahun berikutnya dengan rincian alokasi 60% untuk Penyelenggaran Pemerintahan Desa, dan 40 % untuk Pembinaan Masyarakat Desa.
Ø  Alokasi Dana APBN (Dana Desa) Tahun 2019 sebesar Rp 894.456.000 dan berpotensi bertambah untuk tahun berikutnya dengan rincian alokasi 95% untuk Pelaksanaan Pembangunan Desa dan 5% untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Ø  Alokasi Dana dari bagian dari hasil pajak & retribusi daerah kabupaten/ kota (BHP) Tahun 2019 sebesar Rp 19.971.700 dan berpotensi bertambah untuk tahun berikutnya.
Ø  Sumber keuangan desa masih sangat terbatas hanya mengharapkan dukungan / bantuan tetap dari pemerintah kabupaten.
 

    KONDISI SOSIAL BUDAYA
Pada umumnya masyarakat Desa Patawang memiliki budaya yang masih kental seperti masyarakat sumba pada umumnya. Hal ini dilihat dari segi perkawinan (Kenoto) yang menganut sistem patrilineal. Dalam hal ritual adat masyarakat Desa Patawang sering menggunakan ternak sebagai bahan penyembelihan. Hal ini tidak hanya untuk ritual tetapi juga untuk menyuguhkan tamu yang hadir dalam upacara. Sedangkan dalam hal melayani tamu masyarakat setempat sering menghidangkan sirih pinang (HAPA/TANYAMI) saat pertama kali tamu masuk dalam rumah sebelum menyuguhkan minuman.

Pada umumnya masyarakat di Desa Patawang sangat menghargai adat dan budaya setempat. Serta hubungan ikatan persaudaraan yang kental mewarnai kehidupan sosial serta jiwa gotong royong yang masih terjaga. Dalam hal upacara Adat, menjelang hari pelaksanaan adat seluruh rumpun keluarga selalu berkumpul untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan adat. Hal ini membuat masyarakat di desa Patawang selalu bersatu dalam kebersamaan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada, sehingga seberat apapun persoalannya dapat diatasi karena kebersamaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar